Share on facebook
Bersungguh-sungguh
Senin, 12 April 2010 10:38

Tahukah kita, galaksi bimasakti hanyalah salah satu galaksi (gugusan bintang) di dalam sistem tatasurya kita. Galaksi Bimasakti terdiri dari sekitar 200 miliar bintang. Para astronom memperkirakan bahwa di alam raya ini terdapat miliaran galaksi dengan sekitar 1.000 triliyun planet dan bintang. Setiap bintang atau galaksi berjalan pada orbitnya dengan kecepatan kira-kira 65.000 km perdetik. Di antara bintang-bintang itu ada yang berukuran ribuan kali besar matahari, yang jaraknya dari bumi adalah jutaan tahun cahaya. Satu tahun cahaya kira-kira 9.416 miliar km atau sekitar 10.000 tahun!.

Itulah tanda-tanda kemahakuasaan Allah, itulah ayat-ayat kawniyyah-Nya. Semua ayat-ayat kawniyyah itu pada akhirnya meneguhkan klaim Allah sendiri: “ Tidaklah Kami menciptakan langit dan bumi serta segala yang ada di antara keduanya dengan main-main.” (Q.S Al-Anbiya: 16). Benar Allah SWT tidak pernah bermain-main. Artinya, Allah menciptakan seluruh jagad raya ini dengan sungguh-sungguh.

Allah SWT juga tentu tidak main-main ketika menurunkan ayat-ayat qawliyyah-Nya . Yakni Al-quran. Al-quran tidak lain adalah firman Allah. Zat Yang Mahakuasa. Didalamnya tidak secuil pun cacat cela yang membuktikan bahwa Al-quran sebagaimana klaim-Nya benar-benar berasal dari sisi-Nya: “ Seandainya Al-quran itu bukan dari sisi Allah, tentu mereka bakal menjumpai banyak pertentangan di dalamnya ” (Q.S. An-Nisa: 82).

Jika Allah tidak pernah main-main dengan ayat-ayat kawniyyah-Nya (penciptaan alam semesta) juga dengan ayat-ayat qawliyyah-Nya (Al-quran). Kita mendapati manusia malah sering “bermain-main” dan mempermainkan ayat-ayat Allah SWT. Ketika Allah tidak pernah main-main menciptakan jagad raya ini, termasuk manusia. Kita mendapati banyak manusia justru sering “bermain-main” dengan kehidupannya; tidak serius dan bersungguh-sungguh menjalani tugasnya sebagai hamba Allah, yakni beribadah kepada-Nya dalam makna yang seluas-luasnya.

Sebagai muslim, kita patut meneladani Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya, yang senantiasa menjalani kehidupan ini dengan serius dan sungguh-sungguh, tanpa pernah bermain-main; terutama dalam urusan ibadah, dakwah, dan jihad.

Dalam urusan ibadah, kita tahu Nabi Muhammad SAW adalah orang yang paling banyak melakukannya. Nabi SAW tidak pernah meninggalkan sholat malam, bahkan hingga kakinya sering bengkak-bengkak karena lamanya berdiri ketika sholat. Nabi pun orang yang paling banyak berpuasa. Nabi juga adalah orang yang paling banyak bertobat. Tidak kurang dari 100 kali dalam sehari, padahal Beliau adalah orang yang ma’shum (terpelihara dari dosa) dan dijamin masuk surga.

Meski tidak sehebat nabi SAW, para sahabat adalah orang-orang yang paling istimewa ibadahnya setelah Beliau, tidak ada yang melebihi mereka, misalnya adalah orang-orang yang paling banyak mengkhatamkan Al-Quran, paling tidak sebulan sekali, bahkan ada yang kurang dari itu. Menurut Ustman bin Affan ra, banyak sahabat yang mengkhatamkan Al-Quran seminggu sekali. Mereka antara lain Abdullah bin Mas’ud, Ubay bin Kaab, dan Zaid bin Tsabit. Ustman ra. sendiri sering mengkhatamkan al-quran hanya dalam waktu semalam. Itu sering ia lakukan dalam sholat malam.

Semua itu menunjukkan bahwa Nabi SAW dan para sahabat adalah orang-orang yang senantiasa serius dan bersungguh-sungguh dalam urusan ibadah, mereka tidak pernah main-main.Lalu bagaimana dengan dakwah mereka? Jangan ditanya. Nabi SAW dan para sahabat adalah orang-orang yang telah menjadikan dakwah sebagai jalan hidup sekaligus “ jalan kematian ” mereka. Dengan kata lain, mereka hidup dan mati untuk dakwah. Sebagian besar usia mereka, termasuk harta dan jiwa mereka, diwakafkan di jalan dakwah demi menegakkan kalimat-kalimat Allah.

Itulah secuil fragmen keseriusan dan kesungguhan salaf ash-shalih dalam menjalani kehidupannya. Bagaimana dengan kita?. Ataukah kita masih mengisi hidup ini dengan main-main?. Tidak! Saudaraku kita harus bersungguh-sungguh dalam menjalani hidup ini. Dan yang terpenting dari bukti kesungguhan kita adalah senantiasa menjalani syariah Islam dalam setiap aspek kehidupan secara totalitas. Dan hal itu akan terwujud dalam institusi Daulah Khilafah Islamiyah. Oleh karena itu ayo! kita bersatu memperjuangkannya. [Andi]

 

Add comment


Security code
Refresh

LDK BKIM IPB Mengucapkan:

ucapan idul fitri, ucapan lebaran, selamat idul fitri Pictures, Images and Photos

Jadwal Imsakiyah Ramadan 1431H/2010 M KLIK DISINI

Kirimkan artikel atau tulisan Anda ke:

syiar.ipb@gmail.com

Hubungi: 081324010428 (SMS ONLY)

plugin